Panduan Memilih Makanan untuk Penderita Asam Urat agar Kadar Purin Tetap Terkontrol
Makanan untuk penderita asam urat harus dipertimbangan dengan baik guna mengontrol kadar purin. Jika asupan makanan tidak terjaga, maka nyeri sendi mendadak di berbagai tempat tidak terhindarkan.
Padahal jika ingin berdamai dengan kondisi ini, maka kunci utamanya ada pemilihan makanan. Penderita asam urat harus tahu dengan jelas apa saja makanan yang tidak boleh dan alternatif pilihannya.

Makanan yang Harus Dihindari
Pantangan makanan untuk penderita asam urat adalah hal pertama yang wajib mendapat perhatian. Kategorinya adalah makanan dengan kandungan purin tinggi melebihi 150 miligram per 100 gram bahan makanan.
Kategori pertama adalah daging merah dan jeroan. Makanan seperti ini harus dihindari secara konsisten karena kandungan purinnya cenderung sangat tinggi. Kemudian untuk seafood pastikan menghindari sarden, ikan teri, udang, kerang, dan tuna kaleng.
Jika suka minuman dan makanan manis, juga harus segera berhenti. Minuman seperti soda dan jus kemasan serta makanan seperti kue manis akan berdampak buruk. Alkohol juga salah satu yang harus dihentikan untuk menjaga kadar purin.
Alternatif Makanan Khusus Penderita Asam Urat
Meskipun makanan di atas harus dihindari, nyatanya masih banyak makanan penurun asam urat yang tidak kalah enak untuk dimakan. Jenis makanan seperti ini punya kadar purin kurang dari 100 miligram per 100 gram bahan makanan. Untuk alternatif makanan tersebut ada di sini:
1. Sayuran Rendah Purin
Pertama ada kategori makanan untuk penderita asam urat dari sayur-sayuran. Banyak yang beranggapan semua sayur hijau berbahaya untuk penderita asam urat. Padahal ini mitos, karena justru ada beberapa sayur hijau yang aman untuk penderitanya.
Contohnya adalah mentimun, terong, selada, dan kale. Sayur-sayur tersebut tidak seberbahaya purin hewani, jadi aman untuk penderita asam urat. Sedangkan untuk bayam sendiri masih boleh, tapi ada batasan konsumsinya.
Meski sayur hijau ini aman, tapi harus tetap mendapat perhatian lebih pada proses pengolahannya. Agar jauh lebih aman, maka hindari penggunaan kaldu penyedap instan dengan dosis tinggi karena bisa meningkatkan kadar purin.
2. Buah Kaya Vitamin C
Selain sayuran penurun asam urat di atas, kategori lainnya adalah buah kaya vitamin C. Pilihannya adalah ceri, jeruk, stroberi, pisang, dan apel. Buah-buahan ini mampu meluruhkan asam urat melalui urine.
Antioksidan dalam buah juga bisa meredakan peradangan sendi saat nyeri melanda. Namun jangan hanya konsumsi buah di waktu-waktu tertentu saja. Pastikan konsumsi buah secara rutin untuk menghindari kadar purin meningkat.
3. Produk Susu Rendah Lemak
Selanjutnya ada pilihan makanan untuk penderita asam urat berupa produk susu rendah lemak. Pilihannya adalah susu skim, yoghurt rendah lemak, atau bisa juga keju cottage. Semua ini tidak akan meningkatkan kadar purin secara masif.
Melalui konsumsi produk semacam ini, maka risiko asam urat secara akan menurun signifikan. Mekanisme protein susu juga bisa membantu mengeluarkan kelebihan asam urat, jadi proses penyembuhan nyeri akan lebih cepat.
4. Protein, Karbohidrat, dan Cairan
Pemilihan sumber energi, cairan, dan lauk pauk untuk penderita asam urat juga tidak boleh sembarangan. Untuk karbohidrat bisa memilih kentang atau nasi merah. Sedangkan untuk protein bisa telur, dada ayam, tahu, tempe, edamame, dan lentil.
Perlu juga memaksimalkan cairan tubuh dengan air putih. Jauhi minuman rasa-rasa yang penuh gula. Semakin banyak konsumsi air putih, justru kristal purin dalam ginjal bisa luruh dengan mudah.
Penutup
Jadi pemilihan makanan untuk penderita asam urat tidak boleh sembarangan. Konsistensi harus menjadi pondasi utama agar nyeri dan gejala lain tidak muncul secara mendadak dalam jangka panjang.
