Makronutrien sebagai Sumber Energi bagi Tubuh Manusia
Bicara tentang nutrisi, jangan pernah melupakan makronutrien. Sesuai dengan namanya, asupan nutrisi ini dibutuhkan oleh tubuh manusia dalam jumlah besar. Kalau sudah tahu tentang defisnisnya, coba sebutkan tiga macam jenis zat gizi makro ini?
Pada prinsipnya, tubuh manusia membutuhkan 3 jenis asupan zat gizi makro, yakni karbohidrat, lemak, dan protein. Supaya tubuh tetap terjaga kesehatannya dan bisa berfungsi secara maksimal, manusia membutuhkan asupan zat gizi makro ini setiap hari.

3 Jenis Zat Gizi Makro Beserta Fungsinya
Sejalan dengan penjelasan sebelumnya, makronutrien terbagi ke dalam tiga jenis. Setiap jenis punya fungsi yang berbeda. Agar lebih paham mengenai masing-masing jenisnya, segera simak penjelasan berikut ini hingga selesai.
1. Karbohidrat
Pertama, ada karbohidrat yang menjadi sumber energi utama bagi tubuh manusia. Setelah mengonsumsinya, karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa yang kemudian digunakan oleh sel sebagai bahan bakar untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Istimewanya, organ yang paling bergantung pada glukosa adalah otak. Oleh karena itu, asupan karbohidrat yang cukup sangat penting untuk menjaga konsentrasi, daya ingat, dan fungsi kognitif.
Ada beberapa contoh makanan yang menjadi sumber karbohidrat antara lain nasi, kentang, jagung, ubi, roti, oatmeal, dan pasta. Untuk menjaga kesehatan, upayakan memiliki karbohidrat kompleks.
2. Lemak
Jenis zat gizi makro yang kedua adalah lemak. Kandungan energi yang ada di dalamnya tergolong tinggi, sekitar 9 kalori per gram. Dalam ilmu gizi, lemak ini menjadi bahan makanan yang bersifat hidrofobik atau tidak larut dalam air.
Walaupun sering dianggap sebagai penyebab kenaikan berat badan, lemak sebenarnya memiliki banyak fungsi penting. Mulai dari melindungi organ vital dari benturan, membantu menjaga suhu tubuh, serta menjadi komponen utama membran sel.
Sumber lemak yang baik meliputi alpukat, ikan berlemak, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan minyak kanola. Beda dengan bahan makanan yang bersifat junk food atau cepat saji. Kandungan lemaknya justru bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.
3. Protein
Ada pula zat gizi makro yang berfungsi sebagai bahan pembangun dan perbaikan jaringan tubuh, nutrisi ini disebut dengan protein. Pada prinsipnya, protein tersusun atas asam amino yang dibutuhkan untuk membentuk otot, kulit, enzim, hormon, dan antibodi.
Itulah sebabnya, kebutuhan protein cenderung meningkat pada masa pertumbuhan, kehamilan, maupun saat pemulihan setelah sakit. Ada beberapa contoh makanan yang mengandung protein, seperti ikan, telur, susu, keju, tahu, tempe, dan edamame.
Perbedaannya dengan Mikronutrien
Sejatinya, makronutrien dan mikronutrien sama-sama punya peran penting bagi kesehatan. Perbedaannya hanya terletak pada jumlah kebutuhan. Mikronutrien dibutuhkan dalam jumlah yang jauh lebih sedikit, biasanya hanya dalam satuan miligram atau mikrogram setiap hari.
Keduanya saling melengkapi sehingga tidak dapat dipisahkan dalam pola makan sehat. Itulah mengapa, cara menghitung kebutuhan nutrisi untuk masing-masing orang wajib diketahui. Jika gizi terpenuhi secara seimbang, maka tubuh akan lebih sehat.
Bagaimana Jika Tubuh Kekurangan Zat Gizi Makro?
Kekurangan zat gizi makro dapat menyebabkan tubuh manusia tidak memperoleh energi dan nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsi-fungsi vital. Dampaknya bisa berupa banyak hal.
Contohnya tubuh mudah lelah, penurunan berat badan, berkurangnya massa otot, sulit berkonsentrasi, hingga menurunnya daya tahan tubuh. Pada anak, kekurangan zat gizi makro dalam jangka panjang bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan.
Penutup
Makronutrien merupakan komponen gizi utama yang berperan sebagai sumber energi sekaligus pendukung berbagai fungsi vital tubuh. Jenisnya ada 3 macam, yaitu karbohidrat, lemak, dan protein.

Berbagi informasi seputar nutrisi, pola makan sehat, dan gaya hidup sehat.
