Kesehatan

10 Makanan Penambah Darah yang Kaya Zat Besi dan Nutrisi Penting

Makanan penambah darah adalah solusi jangka panjang untuk gejala 5L (Lemah, Letih, Lesu, Lelah, Lunglai). Langkah ini lebih potensial daripada harus bergantung dengan obat setiap hari.

Pada dasarnya pilihan makanan yang bisa menambah darah ada banyak. Kategorinya bersumber dari hewani, nabati, dan juga buah-buahan. Semua bisa menjadi solusi awal dan mulai dikonsumsi dari sekarang.

Sumber Hewani Penambah Darah

Kelompok makanan penambah darah dari sumber hewani menjadi pilihan paling unggul. Sumber hewani memiliki zat besi heme yang jauh lebih cepat terserap oleh tubuh daripada obat penambah darah di pasaran. Pilihannya sendiri adalah sebagai berikut:

  • Hati ayam: punya banyak kandungan zat besi sekitar 16 miligram per 100 gram hati ayam. Namun ibu hamil harus membatasi konsumsinya karena ada kandungan vitamin A yang banyak.
  • Daging sapi: punya kandungan zat besi sekitar 3 miligram per 100 gram daging. Zat dari daging asli akan mempercepat proses penyerapan gizi.
  • Kerang: punya kandungan zat besi sekitar 16 miligram per 100 gram kerang. Ibu hamil juga perlu membatasi konsumsi jenis makanan laut secara berlebih.
  • Telur: punya kandungan 0,875 miligram. Juga ada kandungan Vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah.

Lima sumber hewani penambah darah di atas bisa langsung menjadi pilihan sesuai kebutuhan. Namun pastikan konsumsinya tetap terukur dan konsisten untuk hasil jangka panjang yang lebih baik.

Sumber Nabati Penambah Darah

Selanjutnya ada makanan penambah darah yang sumbernya dari nabati dari tumbuhan. Sumber ini menyediakan zat besi non-heme yang perlu bantuan vitamin C untuk penyerapannya. Daftar makanannya sebagai berikut:

  • Sayuran berdaun hijau: punya kandungan zat besi sekitar 2,7 miligram per 100 gram sayur. Pilihannya bisa brokoli, bayam, sawi hijau, dan kale. Proses memasaknya sendiri harus tepat agar bisa mengurangi kadar oksalat.
  • Kacang-kacangan: punya zat besi sekitar 6,6 miligram per 198 gram kacang. Pilihannya adalah kacang hijau, lentil, kedelai, dan kacang polong. Jenis ini juga punya kandungan yang bisa membantu kelancaran pencernaan.
  • Tahu dan tempe: punya kandungan zat besi sekitar 3,4 miligram untuk tahu dan 2,7 miligram untuk tempe per 100 gramnya. Kombinasi konsumsi keduanya bisa mencegah anemia.

Daftar makanan untuk anemia di atas jauh lebih mudah tersedia, murah, tapi kandungannya tetap kompleks. Oleh sebab itu pilihan makanan dari sumber nabati bisa segera dibiasakan sejak sekarang.

Buah-Buahan Penambah Darah

Terakhir ada makanan penambah darah yang masuk kategori buah-buahan. Jenis ini justru sangat menguntungkan karena punya peran ganda, yaitu ada zat besi dan Vitamin C untuk penyerapannya. Jadi tidak akan salah jika memilih buah-buahan ini:

  • Buah jeruk: punya kandungan Vitamin C sekitar 49 miligram per 100 gram jeruk. Karena kandungan vitaminnya tinggi, tidak heran jika buah penambah darah satu ini bisa melakukan penyerapan secara optimal.
  • Buah pisang: punya kandungan Vitamin C sekitar 9 miligram per 100 gram pisang. Selain itu juga ada kandungan fosfor, Vitamin B6, B1, dan B2.
  • Buah apel: punya kandungan Vitamin C sekitar 5 miligram per 100 gram apel. Jenis ini juga mudah didapat, variannya banyak, dan harganya terjangkau.

Penutup

Semua makanan penambah darah di atas tentu bisa memberikan hasil yang optimal. Namun asupannya tetap harus terukur untuk menghindari dampak buruk dari kandungan-kandungan lain.